Tegar Penuh Harapan
Aku seekor srigala yang
tersesat
Kau suap aku dengan daging
muntahan
Dengan sedikit susu di atas
daun kering
Diatas senyum yang luka
Kau belai aku dengan cambuk
berapi
Dalam tajamnya barak berduri
Aku diam tak bisa melawan
Kau jaga aku dengan kuatnya
besi berduri
Dengan kawalan manusia api
Aku seekor srigala yang
tersesat
Tak tau arah kaki melangkah
Cakarku yang tajam kini
tinggal lulang
Taringku yang kuat tinggal
pajangan
Dan tubuhku yang tegar hanya
harapan
Dalam udara sejuk pengap
Kala jalanan kosong
Hanya tubuh tegar penuh
harapan…
AS
05november2010
Asa
Rapuh, Harap Tumbuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar