"Rindu"
Datanglah, lagi dan lagi
Kabarmu lama kau pendam sendiri
Dedaunan pun mengering
Berguguran berganti musim
Rindu....
Rindu ini menantimu,
ingin bertemu di sisi sudut waktu
Rasa rindu tuan bilang
Menjadikan mabuk sendirian
Menanti tuan berharap datang
Hingga kepayang adalah konsumsi harian
Andaikan sajak ini tersampaikan
Ada rasa yang ku titipkan
Meski hanya sebatas tulisan
Hati ini tentu mengharapkan kepastian
Bisik pelipur terdengar
Dinda rindu dinda rindu
Tuan akan datang
Dari sudut kesabaranmu
Dari sudut butir harapan di malam kepayangmu
Terkadang bisikan hanya sebatas berbisik
Diam-diam menelisik
Tak pernah sadar jikalau ada hati terusik
Lalu berangan disudut kota yang berisik
Ah, tuan tak terabaikan
Begitu pula rindunya tak teracuhkan
Tetaplah demikian
Percaya keindahan
Pada akhir penantian
Terangan indah di angan
Kisah rindu yang di pertemukan
Bak senja yang menyatukan siang dan malam
Mengukir cerita indah sebuah kenangan
Sejenak biarkan sejengkal menggelayut menatap
Melipat jarak kejauhan
Perindu tau ia keliru
Perindu tau ada bingung kala petang berlabuh
Ah, rona merahmu memang indah
Membuat hati semakin gundah
Semakin hari semakin bertambah
Berkisah rindu yang memecah
Begitu pun demikian
Hanya boleh kagum kuperbolehkan
Meski tak bisa diperlebihkan
Sedikit daging membalut tulang tubuh itu
Terimakasih perlakuanmu menghadapi rindu
Palembang-Jogjakarta, 14/09/2017