Hati kian teriris
Ibu Pertiwi menangis
Saat rakyat disiksa dengan sadis
Oleh penguasa dengan senyuman manis
Bukan,
Bukan senjata tajam menyiksanya
Bukan racun yang menyakitinya
Hanya saja secarik kertas
Berisikan coretan kinerjanya
Memaksa rakyat kian sengsara
Ke mana harus mengadu?
Apakah kepada mereka yang duduk manis dengan secangkir kopi susu?
Atau kepada mereka yang kerja memburu nafsu?
Ah, kini semakin abu-abu
Lalu kemana para pemuda yang memiliki segudang prestasi?
Apakah hanya menumpuk tropi?
Apakah hanya duduk santai di depan televisi?
Bangkit!
Kalian dipanggil oleh Ibu Pertiwi!
Saatnya tunjukkan aksi
Bukan sekedar visi - misi
Apalagi hanya sekadar janji
Danz Chisaemaru
Berlian Makmur, 28 Sept 2019

Mantap.
BalasHapusTerima kasih Tam
HapusLanjutkan!
BalasHapusSiap mba, terima kasih
Hapuskeceee
BalasHapusTerima kasih
Hapus